Cerita mantan murid SD ngentot guru

Sebelum cerita dewasa ini aku ceritakan, perkenalkan dulu namaku Asmiati, tinggi 160 sentimeter, berat 56 kilogram, lingkar pinggang 65 sentimeter. Secara keseluruhan, bisa aku ceritakan sosokku kencang, garis tubuhku tampak bila mengenakan pakaian yang ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua anak berusia 44 tahun dan bekerja sebagai seorang guru disebuah SLTA di kota S.

Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.

Kira-kira 6 tahun yang lalu saat usiaku masih 38 tahun salah seorang sehabatku menitipkan anaknya yang ingin kuliah di tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan akhirnya aku menyetujuinya. Nama pemuda itu Sandi, kulitnya kuning langsat dengan tinggi 173 cm. Badannya kurus kekar karena Sandi seorang atlit karate di tempatnya. Oh ya, Sandi ini pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru SD.

Sandi sangat sopan dan tahu diri. Dia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja dia sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis bersama. Aku juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila di depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Sandi memperlihatkan sikap yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan keindahan garis tubuhku.

Sekitar 3 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah S-2 keluar negeri selama 2, 5 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan kebutuhan sex-ku yang masih menggebu-gebu. Walau usiaku sudah tidak muda lagi, tapi aku rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 5 kali. Mungkin itu karena olahraga yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan kepergiannya otomatis aku harus menahan diri.

Awalnya biasa saja, tapi setelah 2 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat aku menjadi uring-uringan dan menjadi malas-malasan. Seperti minggu pagi itu, walau jam telah menunjukkan angka 9. Karena kemarin kedua anakku minta diantar bermalam di rumah nenek mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran di sofa di depan TV. Tak lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Sandi.

Kudengar suara langkahnya mendekatiku.

“Bu Asmi..?” Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mataku, ternyata Sandi sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku sedang mengenakan baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjadi berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.

“Bu Asmi..?” Suara Sandi terdengar keras, kukira dia ingin memastikan apakah tidurku benar-benar nyeyak atau tidak.

Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.

Lalu kurasakan Sandi mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas selembut mungkin.

Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu aku merasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak di dalam tubuhku, aku sudah lama merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria. Aku memutuskan tetap diam sampai saatnya tiba.

Sekarang tangan Sandi sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti amalah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam. Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Sandi mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku disertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.

Tangan kanan Sandi mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yang masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas jari-jari Sandi menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku. Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Sandi mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

“Sandi!! Ngapain kamu?”

Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Sandi menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Sandi mecium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh tenagaku. Tapi Sandi makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, tapi aku pura-pura menolak.

“Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu… ” Sandi melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.

“Kamu kan bisa denagan teman-teman kamu yang masih muda. Ibukan sudah tua,” Ujarku lembut.

“Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmi.. Saat SD saya sering mengintip BH yang Ibu gunakan… Saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya,” jawab Sandi.

“Ah kamu… Ya sudah terserah kamu sajalah”

Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah olehnya.

Lalu Sandi melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin membara, aku minta izin ke WC yang ada di dalam kamar tidurku. Di dalam kamar mandi, kubuka semua pakaian yang ada di tubuhku, kupandangi badanku di cermin. Benarkah pemuda seperti Sandi terangsang melihat tubuhku ini? Perduli amat yang penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan remaja yang masih panas.

Keluar dari kamar mandi, Sandi persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak berpenutup sehelai benangpun.

“Body Ibu bagus banget.. ” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.

“Ibu hebat…,” desisnya.

“Apanya yang hebat..?” Tanyaku sambil mangacak-acak rambut Sandi yang panjang seleher.

“Badan Ibu enggak banyak berubah dibandingkan saya SD dulu” Katanya sambil terus melumat puting susuku. Nikmat sekali.

“Itu karena Ibu teratur olahraga” jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. DIbukanya sendiri baju kaosnya, sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.

Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Sandi minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.

“Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!” Cegahku sambil menciumnya.

Sandi tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya ?” godanya.

“Kamu juga sudah enggak kuatkan sebenarnya San,” Balasku sambil mencubit perutnya yang berotot.

Sandi tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di atas ranjang. Ternyata Sandi pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Sandi yang besar.

Berbeda dengan suamiku, Sandi nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.

Sandi menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Sandi, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.

“Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak ‘bercinta’ sama Ibu…,” dia berbisik persis di telingaku. Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Sandi, hingga terasa tangan kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.

Mataku terpejam rapat, seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Sandi semakin memburu, sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya…!!!

Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Sandi memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.

“Oohh…,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Sandi mulai memaju mundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.

“Saann, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.

Sandi tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.

“Oohh…, toloongg.., gustii…!!!”

Sandi malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.

“Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”

Sandi terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Sandi sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.

“Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.

“Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ‘bercinta’ sama Ibu!” Sandi menyodok-nyodok semakin kencang.

“Sodok terus, Saann!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”

“Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”

“Oh, ah, uuugghhh… “

“Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss…”

Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Sandi, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!

Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin sudah ada lima tahun aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Sandi mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, sebelum kemudian dia memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.

Kuturuti permintaan Sandi. Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku hingga menungging. Sandi mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.

Lalu perlahan terasa dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memaju mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja memulai permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.

Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Sandi dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Sandi segera menunduk, dikecupnya pipiku.

“San.. Kamu hebat banget.. Ibu kira tadi kamu sudah hampir keluar,” kataku terus terang.

“Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut di telingaku.

Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Sandi mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.

Sandi melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.

“Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Ssann!!”

Sandi tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin kuat. Tubuhku sampai terguncang-guncang. Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku merambat naik semakin tinggi. Kurasakan Sandi pun kali ini segera akan mencapai klimaks. Maka kuimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku cepat-cepat. Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan berlawanan dengan gerakan Sandi. Pemuda itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun segera akan orgasme.

Tiba-tiba Sandi menyuruhku berbalik. Dicabutnya penisnya dari kemaluanku. Aku berbalik cepat. Lalu kukangkangkan kedua kakiku dengan setengah mengangkatnya. Sandi langsung menyodokkan kedua dengkulnya hingga merapat pada pahaku. Kedua kakiku menekuk mengangkang. Sandi memegang kedua kakiku di bawah lutut, lalu batang penisnya yang keras menghunjam mulut vaginaku yang menganga.

“Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.

“Aku hampir keluar!” Sandi bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras batang kemaluan Sandi. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.

“Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.

“Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak ‘bercinta’ sama Ibu!” Erang Sandi

“Ibu juga, Ibu juga, vagina Ibu keenakaan…!” Balasku.

“Aku sudah hampir keluar, Buu…, vagina Ibu enak bangeet… “

“Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku juga mau keluarr!”

“Ah, oh, uughhh, aku enggak tahan, aku enggak tahan, aku mau keluaaar…!”

“Yaahh teruuss, sodok teruss!!! Ibu enak enak, Ibu enak, Saann…, aku mau keluar, aku mau keluar, vaginaku keenakan, aku keenakan ‘bercinta’ sama kamu…, yaahh…, teruss…, aarrgghh…, ssshhh…, uughhh…, aarrrghh!!!”

Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa berdenyut-denyut kencang. Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat bersamaan, Sandi menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.

“Oohhh…!!!” dia pun menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan mani di dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam waktu persis bersamaan seperti itu.

Lalu tubuh kami sama-sama melunglai, tetapi kemaluan kami masih terus bertautan. Sandi memelukku mesra sekali. Sejenak kami sama-sama sIbuk mengatur nafas.

“Enak banget,” bisik Sandi beberapa saat kemudian.

“Hmmm…” Aku menggeliat manja. Terasa batang kemaluan Sandi bergerak-gerak di dalam vaginaku.

“Vagina Ibu enak banget, bisa nyedot-nyedot gitu…”

“Apalagi penis kamu…, gede, keras, dalemmm…”

Sandi bergerak menciumi aku lagi. Kali ini diangkatnya tangan kananku, lalu kepalanya menyusup mencium ketiakku. Aku mengikik kegelian. Sandi menjilati keringat yang membasahi ketiakku. Geli, tapi enak. Apalagi kemudian lidahnya terus menjulur-julur menjilati buah dadaku.

Sandi lalu menetek seperti bayi. Aku mengikik lagi. Putingku dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil. Kujambaki rambut Sandi karena kelakuannya itu membuat birahiku mulai menyentak-nyentak lagi. Sandi mengangkat wajahnya sedikit, tersenyum tipis, lalu berkata,

“Aku bisa enggak puas-puas ‘bercinta’ sama Ibu… Ibu juga suka kan?”

Aku tersenyum saja, dan itu sudah cukup bagi Sandi sebagai jawaban. Alhasil, seharian itu kami bersetubuh lagi. Setelah break sejenak di sore hari malamnya Sandi kembali meminta jatah dariku. Sedikitnya malam itu ada 3 ronde tambahan yang kami mainkan dengan entah berapa kali aku mencapai orgasme. Yang jelas, keesokan paginya tubuhku benar-benar lunglai, lemas tak bertenaga.

Hampir tidak tidur sama sekali, tapi aku tetap pergi ke sekolah. Di sekolah rasanya aku kuyu sekali. Teman-teman banyak yang mengira aku sakit, padahal aku justru sedang happy, sehabis bersetubuh sehari semalam dengan bekas muridku yang perkasa.

Kisah nyata perkosaan gadis Amerika

Namaku Sabrina, aku akan ceritakan kisah nyata pemerkosaan yang menimpa diriku beberapa waktu yang lalu.Aku berusia 17 tahun, dan tinggal dipinggiran kota utara California. Kisah perkosaan yang terjadi padaku tahun lalu sangat begitu ‘berbekas’ dan traumatik.

Setelah menjalani persidangan dan menjalani perawatan psikiater 7 bulan lalu, aku yakin dengan menulis kisah nyata pegalaman perkosaan ini, akan sedikit membantu menghilangkan trauma ini. Jujur saya katakan, trauma yg kualami tidaklah begitu parah saat peristiwa pemerkosaan itu terjadi. Tapi setidaknya saya bisa bertahan hingga saat ini.

Beginilah cerita dewasa ini terjadi:

Saat itu aku akan pulang dari bermain di rumah teman, Stacey. Kami dalam liburan musim panas. Hari itu hari kamis, 22 September, tepatnya 1 tahun yang lalu. Tanggal itu selalu kuingat sepanjang hayatku. Hari itu begitu panas, shg Stacey menawarkan dirinya padaku untuk mengantarku pulang, tapi aku menolak. Jarak rumah kami hanya beberapa blok saja.
Waktu menunjukkan pukul 1:00 siang. Kutelepon ibuku dgn hp, aku pulang agak sedikit terlambat, tetapi aku akan segera berada di rumah segera. Akupun mengendarai mobilku menuju rumah paman dan bibiku sore itu. Cukup lama aku tidak bertemu dengan saudara sepupuku, Emily, setahun lebih. Jadi kuputuskan bulat untuk melihatnya sebentar.

Rumah itu seperti sepi. Saat aku mengeliling sudut rumahnya, terjadi sesuatu yang sangat mengejutkanku. Apapun itu, membuatku sangat shock dan tidak sadar. Kejadian berikutnya yang aku ingat, aku berada di sebuah ruangan gelap. Lantai yg terbuat dari semen itu, dan sebuah lampu kecil di dekat ventilasi. Akupun ingat disana ada 1 buah TV yg menempel pada dinding, dekat ventilasi, dalam keadaan mati.

Berikutnya yg kulihat juga adalah sepasang speaker. Mirip seperti yg ada pada stadium baseball, yg berguna sebagai media informasi. Suaranya hanya mengeluarkan desiran bunyi blower AC. Ruangan tersebut sangat dingin, jauh berbeda dengan suhu luar.

Akupun segera mencari keberadaan pintu kamar, tapi aku tidak menemukannya.
Saat itu aku mulai panik. JAntungku berdetak keras, dan aku tidak tahu berada dimana saat ini.

Tak lama kemudian terdengar suara dari speaker tersebut. Sepertinya suara tersebut diproses dengan bantuan software komputer atau sejenisnya, karena suara tsb terlalu aneh. Sangat berat dan bergema.

“Selamat datang di kamar tahananku, Sabrian”, suara itu bergema pelan tetapi sangat jelas.

“Siapa kamu. dan apa yang kamu inginkan?” tanyaku.
Detak jantungku bertambah keras, setelah kuyakin aku sedang diculuk.
Dan ketakutakanku yang paling memuncak adalah AKU AKAN DIBUNUH.

“Tidak perlu tahu siapa aku atau rupaku, Sabrina. Mulai saat ini kamu harus melakukan apa yang kuperintah”, Suara itu terdengar kembali.

Aku berusaha untuk menenangkan diri dengan berkata dalam hati, ‘Ini hanyalah lelucon orang yg tidak waras’.

“Okay, cukup sudah lelucon ini, siapa ini?” tanyaku sambil tertawa, seolah-olah aku mengetahui permainan ini.

“INI BUKAN LELUCON Sabrina!” balas suar itu mengema. “KAMU HARUS MELAKUKAN APA YANG AKU PERINTAH. Apakah kamu mengerti?”

“Ya, aku mengerti” balasku menantang.
Sepertinya ‘ia’ ingin meniru beberapa aksi dalam film2 yg biasa kita tonton.

“Peraturannya sangat sederhana. Jika kamu tidak menuruti perintahku, kamu tidak akan mendapat makanan, air minum, penerangan dan udara segar.” KAtanya tegas mengancam.

Tiba-tiba ruangan gelap seketika, ac mati, dan perlahan udara mulai pengap dan panas. Aku berusaha bertahan hingga suhu ruangan mulai bertambah panas.
Aku sudah tidak tahan. “Tolong, jangan…jangan lakukan itu. Aku akan menuruti perintahmu” kataku memohon.

“Click”, lampu menyala, dan suara kipas ac mulai berputar.

“Buka pakaianmu wanita nakal, ….SEKARANG!” terdengar suara itu lagi memerintah.

“Tolong, jangan. Jangan menyuruhku melakukan demikian”, aku memohon.

“Click”, lampu mati dan ac pun mati.

“Baik…baik”, balasku menuruti.

Setelah lampu menyala dan AC hidup, aku segera melepas satu persatu pakaianku.
Sekarang aku hanya mengenakan celana dalam dan BH saja.
Ternyata ruangan bertambah terang dengan hidupnya lampu lain yang menempel pada dinding lain. Aku tidak tahu kalau lampu sorot itu ada didinding lain.
Dan didinding tersebut kemudian nampak kaca/cermin berukuran sedang yang menempel pada dinding.

Sekarang aku yakin, ‘pria’ ada dibalik kaca tersebut.

“Hadap ke kaca ini, ….Aku ingin melihat dirimu”. “Buka semua pakaianmu!”, suara itu kembali memerintah.

Sambil menghadap kaca, akupun melepaskan BH-ku.
Samar kudengar dari speaker itu, hembusan nafasnya yang sedikit kencang. Sepertinya ia mengamati dan menikmati setiap sisi tubuhku.

“Gengam payudaramu dengan kedua tanganmu…..pelintir puting susumu”, perintahnya kembali.

Aku hanya berfikir, ‘Seperti apa perilaku aneh fucker satu ini, hingga menyuruhku berbuat demikian’. Tapi mengingat kondisiku yang seperti ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Perlahan kuremas payudaraku sendiri dan kupilun kedua puting susuku. Kulakukan sesuai apa yang ia perintah.

“Aku suka payudaramu….begitu menantang dan lembut….PELINTIR LAGI PUTINGMU!. Ah..begitu..Sabrina….kau melakukan dengan benar. Sekarang lepaskan celana dalammu!”

“TTT tolong, saya, saya……”

Kembali semua lampu mati berikut AC-nya.

“OKAY, OKAY” aku berteriak kembali, “Kamu menang”, balasku kesal.

“Nah…itu lebih baik Sabrina. Sekarang buka celana dalammu, aku akan memanaskan ruangan ini agar pantatmu sedikit berkeringat, apakah kamu mengerti?”

“Ya tuan, aku mengerti”, balasku pelan.

“Oh..yeah…pantatmu begitu indah..Sabrina”. “Hadapkan pantat itu padaku, atur posisinya untuk menunging, dan gosok dgn kedua tanganmu!”, perintahnya lagi sambil memuji.

“Oh..yes..Sabrina..pantat dan bibir vaginamu begitu indah….Sekarang tekan dan masukkan jarimu dalan vaginamu”, perintahnya lagi.

Akupun hanya menuruti perintahnya. Perlahan aku mulai memasukkan jari tengahku dalam vaginaku.

“Vaginamu begitu segar..Sabrina..uhh, uhh. uhhh”. “Aku akan keluar Sabrina…”, celotehnya sambil melihat aksiku.
Sepertinya ia sedang onani.

“Lebih keras lagi Sabrina…masukkan jarimu lebih keras lagi!”, perintahnya.

“Sekarang cabut jarimu, dan mulailah untuk keluar-masuk dalam vaginamu dengan keras”, perintahnya lagi.

Aku hanya diam. Aku tidak ingin melakukannya.
Lampupun segera mati berikut benda jahanam AC itu.

“Okay..okay…”, teriakku kesal.

Akupun menurutinya.
Kurasakan vaginaku mulai membasah akibat jari tanganku yang mengesek-gesek klitorisku.
Tak sadar kalau aku sedang diculik, aku mulai terangsang.
Tapi aku sadar kalau ia mengamatiku dan aku tidak ingin keparat ini mengetahui kondisiku.

“Terus lakukan Sabrina, buat dirimu terangsang”, perintahnya lagi.

“Sial…sepertinya ia mengerti apa yg kurasakan saat ini”, teriakku dalam hati.

Tak terasa aku mulai orgasm. Cairan spermaku mulai keluar dari vaginaku dan mengalir di kedua pahaku.

“Ohhh…yeah..”, teriaku dalam hati saat aku mencapai orgasm.
Kakiku mengejang beberapa saat saat orgasme itu datang mencapai puncak.

“Ughhhhh yaaaaa, Aku datang Sabrina…..ohhhh yaaaaa………ohhhh, Sabrina, Aku keluar…..ooohhhh”, suaranya berteriak keras.

“Ohh…spermaku begitu hangat. Menempel di penis dan tanganku”, katanya memberitahu.

Perkataannya sungguh menambah imaginasi seksku. Jelas kubayangkan bagaimana sperma pria yang sedang menyembur keluar.
Akupun semakin keras ‘menekan’ vaginaku dengan perkataannya…dan orgasme ke2 datang kembali…Aku mengejang dan menikmati klimaks tersebut…

Setelah selesai aku duduk kembali tanpa menunggu perintahnya.
Tak ada kata-kata dari dia setelah aksi ini.
Keadaan begitu sepi dan aku sangat capek. Tanpa kusadari aku sudah tertidur.

Entah berapa jam aku tertidur, saat aku sadar suara pintu yang terbuka dan suasana ruangan yang gelap tapi dingin.

“Bangun Sabrina”, katanya.

Aku sadar. Ternyata kedua kaki dan tanganku telah terikat.

Aku mencari suara itu, dan ternyata ia sudah berada diselangkanganku.
Pemuda tersebut termasuk tampan. Seandainya kami berteman baik dan berpacaran mungkin aku menikmati aksi ini.

Perlahan tangannya mulai menjalar tubuhku sedangkan kepalanya tetap berada diantara selangkanganku.
Tangan itu mulai meraih payudaraku dan memainkan puting susuku secara bergantian.

Hembusan nafasnya terasa hangat saat wajahnya mulai mendekati selangkanganku.

Aku mulai menangis.

“Jangan khawatir Sabrina, Aku tidak akan melukaimu,…jika kamu menuruti perintahku”, katanya meyakinkanku.

“Tolong…aku akan lakukan apa yg kau inginkan, tapi jangan perkosa saya”, pintaku memelas padanya.

Tiba2 tangannya menampar wajahku.

“Aku yang membuat peraturan disini Sabrina! Kamu cukup tutup mulut dan lakukan apa yang aku katakan”, teriaknya marah.

Aku menjadi gemetar mendengar ancamannya ditambah rasa yang sedikit sakit pada pipiku.
Selanjutnya ia segera mencium pinggulku dan bergerak menuju selangkanganku.

“Ummmm”, erangnya sambil menjilati bibir vaginaku hingga akirnya lidah itu mulai masuk ke vaginakku.

Aku lepas kontrol, secara refleks aku membuka selangkanganku lebih lebar agar ia bisa memasukkan lidahnya kedalam vaginaku lebih dalam lagi.

Aku sudah tidak perduli lagi denga status diriku saat ini. Semakin dalam lidahnya menjalar vaginaku semakin aku tidak perduli dengannya.
Vaginaku mulai basah dan bertambah basah.

“Aku akan segera memasukkan penisku ke vaginamu.. Sabrina”, katanya lagi setelah merasa puas “mencicipi” vaginaku.

Ia segera mengambil posisi untuk mulai menancapkan penisnya di vaginaku.

“Ugh…rasakan ini!”, erangnya saat menancapkan batang penisnya dalam vaginaku.

“Oughhh…”, tahanku saat batang penis itu mulai terbenam secara perlahan dalam vaginaku.
Penis itu berukuran besar. Vaginaku terasa sesak dengan benda tersebut.

Tetapi sepertinya ia masih akan menancapkan batangnya lebih dalam.

‘Ohhh…my god…. Ini terlalu besar!’, teriaku dalam hati.

“Cukup…cukup…aku sakit…”, tangisku berontak.

“Ayolah…Sabrina..kamu pasti suka ini”. katanya memprotes tangisku.

Dan kembali kali ini ia menekan penuh batang penisnya. “OUuuwwww….tidakkkk”, teriakku keras.
cerita perkosaan
Aku berontak keras dengan terjangan penis itu.
Ini tidak seperti yang kubayangkan.

“Cukup…cukup…cukkupp”, kataku memelas dengan sangat.

Vaginaku terasa tersumbat rapat. Tak ada ruang sama sekali dalam vaginaku sehingga bisa membuatku sedikit nyaman.

“Ohhhh…ya, ohhhh…ya”, balasna padaku. Iapun mulai mengenjot vaginaku cepat dan semakin cepat.
Ia tidak perduli sama sekali dengan kondisiku yang menahan sakit akibat gesekan keras otot vaginaku dengan batang penisnya.
Terasa perih, ngilu dan sakit.

Seolah ia tak perduli dengan penderitaanku, hingga ia semakin mempercepat genjotannya.
Nafasnya semakin cepat dan sepertinya ia akan segera keluar.

“Oh fuckkkkkk”, jeritnya keras.

Aku merasakan bagaimana denyut batang penis dan semburan spermanya dalam vaginaku.
Entah berapa kali ia menyemprotkan spermanya dalam vaginaku hingga kurasakan cukup banyak yang keluar sperma tersebut dari vaginaku saat ia mencabut keluar batang penisnya.
Mengalir deras membasahi dan mengarah kelubang anusku.

“Uhhhhh God”. teriaknya puas.

Ia menyentuh kembali payudaraku dan meremasnya. Kemudian ia duduk dikursi yang berada di depan ranjangku.

Sambil menghidupkan sebatang rokok ia berkomentar, “Vagina mu terasa kencang Sabrina, menyenangkan sekali penisku mengenjotnya”.

“Tidakkah kamu menikmatinya, Sabrina?”, tanyanya padakku.

Aku hanya diam dan terisak menahan perih di vaginaku.
Tapi aku tidak bisa apa dengan posisi terikat ini.
Ingin rasanya aku mengurut vaginaku yang terasa sakit dan pegal.
Penis jahanam ini, bukanlah ukuran yang normal.

Perlahan ia mulai bangkit dari kursinya dan mendekatiku kembali.
“Jangan…jangan lagi..”, teriakku memelas.

“Tenang..Sabrina”, balasnya santai.

Iapun mengambil kertas tisue dan membersihkan sperma yang mengalir diselangkanganku.

Sambil membersihkan selangkanganku ia berkata, “Seandainya..kamu meerima…permainan kita tadi…mungkin kamu akan menikmatinya..”, katanya sambil berkomentar.

“Aku sakit…tolong lepaskan aku”, protesku tanpa perduli dengan ocehannya.

Pria bangsat ini sepertinya tidak akan melepaskanku. Ia hanya tertawa terkekeh-kekeh sambil membersihkan permukaan bibir vaginaku.

Disaat membersihkan cairan vagina yg mengalir pada anusku…kurasakan jarinya mulai nakal dengam sedikit menekan lubang anusku.

“Hentikan itu…hentikan itu”, berontak lagi.

“Tenang Sabrina…aku hanya membersihkan sedikit sperma yang ada pada anusmu”, katanya menasehati.
Aku hanya terisak-isak. Pikiranku sudah tidak menentu.

Perlahan kurasakan kepalanya mulai mengarah pada anusku, kemudian menjilati bekas sperma yang ada pada anusku.

Aku sudah tidak perduli lagi dengan aksinya. Yang kuinginkan sekarang agar ia menyelesaikan permainan ini dan membiarkan aku pergi.

Cukup lama juga ia menjilati anusku hingga rasanya anusku basah karena air liurnya.

Kemudian ia segera membalikkan tubuhku.

Aku pikir ia telah selesai dengan permainan ini.
Tapi tidak. Ini belum berakhir.

“Apalagi sekarang?”, teriakku keras.

“Hei…aku yang berkuasa disini Sabrina. Turuti kataku, dan kujamin engkau akan selamat”, perintahnya tegas membalas.

“Tolong lepaskan aku…Aku berjanji tidak akan mengatakan pada siapapun atas kejadian ini”, kataku memelas sambil memberinya janji.

Ia hanya diam tanpa membalas permintaanku.
Yang kuingat ia mulai mengangkat pantatku dan ia duduk tetap didepan pantatku.

Ia mulai memasukkan jarinya pada anusku, diselingi ciuman pada anusku.

Aku hanya berontak, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Posisi duduk yang tepat diantara selangkangan pahaku membuatnya leluasa memainkan anus dan vaginaku.

“Okay..Sabrina…aku harap kau bisa menikmati permainan ini dan bisa kita akhiri dengan cepat kejadian ini”, katanya berjanji.
Aku hanya diam dan berharap ia segera mengakhiri penyiksaan ini.

Ia kemudian mengarahkan penisnya pada anusku.

Posisi pantatku yang ia angkat memudahkannya dalam penetrasi awal.
Dengan kondisi yang menungging ia mulai sedikit demi sedikit memasukkan penisnya pada anusku.

Aku sudah tidak tahan lagi menahan posisi menungging ini saat ia mulai menghunuskan batang penisnya lebih dalam.
Aku terjerembab di kasur saat batang besar itu mulai masuk lebih dalam ke anusku.

Dalam posisi terjerembabpun ia masih berusaha terus untuk menancapkan batang penisnya secara penuh pada anusku.
diperkosa tetangga
Aku hanya berusaha menahan segala rasa sakit dari setiap inchi batang penis saat masuk lebih dalam.

“Ayo…wanita jalang…kamu pasti bisa menikmatinya!”, teriaknya sambil menekan habis batang penisnya.

“Ooouuggghh…”, aku berteriak sambil menahan rasa sakit.

Perlahan gerakan semakin cepat dalam mengenjot anusku.

“Ohhh….yeaahhhh…ohh…yeahh…”, erangnya sambil mengenjot anusku.
cerita seks pemerkosaan
Ia sangat menikmati sekali aksi kali ini, sedangkan aku berusaha menahan rasa sakit.

Tapi rasa sakit itu tak lama kemudian sedikit menghilang dan menjadi sedikit nikmat saat jari tangannya memainkan klitoris vaginaku.

Aku mulai menikmati genjotannya pada anusku selagi ia terus mempermainkan klitorisku.
Tapi aku tidak ingin menunjukkan ekspresi birahiku pada bangsat ini.
Vaginaku mulai lembab kembali dan sedikit basah.

“Ohhh…yeahhh…sayang….sekarang kamu menikmatinya…ya”, cerocosnya sambil terus mengenjot anusku.

Bangsat…seperti..ia tahu aku menikmati aksi terakhir ini….

Semakin cepat ia mengenjot anusku, semakin cepat pula gesekan pada klitorisku.
Aku hanya diam tapi birahiku mulai bicara.

“Ohh….yess….ohhh..yess…Sabrina. Pantatmu rasanya lebih nikmat”, erangnya liar.

Aku biarkan saja aksi dan celotehannya, mencoba sedikit menikmati orgasme ku yg mulai bangkit.

Aku sudah mulai tidak tahan dan kedua ‘lobangku’ yang dikerjain seperti ini.

Aku mulai mencapai puncaknya…dan…akhhh…aku keluarrr….Oughhh…aku sedikit mengejang di moment ini, walaupun anusku tak henti-hentinya ia genjoti.

Sepertinya ia pun segera mencapai puncaknya dan segera merangkulku dengan keras dari belakang. Sambil mempertahankan penisnya dalam anusku, sepertinya ia ingin agar spermanya menyemprot dalam anusku.

Rangkulannya begitu keras, hingga beberapa kali kurasakan semprotan spermanya dalam anusku.

“Ohh…yess….yess…yesss…..”, erangnya keras sambil menyemprotkan spermanya.
cerita seks pemerkosaan
Setelah spermanya keluar dan batang penis itu mulai lemas, ia lalu mencabutnya dan mengarahkan batang penis itu padaku untuk aku kulum dan bersihkan.
Aku menolak tapi ia memaksa.
Batang penis itupun aku kulum dan kubersihkan sisa sperma yang masih menempel pada batang penis itu.
cerita dewasa pemerkosaan

Sesaat ia terkulai lemas di punggungku dan tak lama kemudian ia segera keluar dari ruangan itu yang sebelumnya telah melepaskan semua ikatan pada tangan dan mataku.

Tak lama kemudian kudengar kembali suara dari speaker itu, “Aku punya sesuatu untukmu Sabrina.”

Tak lama kemudian TV ruangan tersebut menyala secara otomatis dan nampaklah video adegan ranjang yang telah kami lakukan.

“Fuck you, kamu keparat”, aku berteriak keras.

Tak lama kemudian video tersebut mati, dan kudengar suara yang agak gemuruh dari speaker itu.

Ini cukup aneh.
Tiba2 kudengar suara beberapa pria dari balik pintu.

“Dalam sini, dalam sini….Dia pasti berada disini”.

“Ada apa lagi ini”, pikirku. “Siapa lagi, kali ini?”

“Brakkk…brakkk…!”, suara pintu yang jebol akibat hantaman sesuatu.
Aku sangat terkejut.

Belum sempat aku menyadari peristiwa ini, seorang petugas polisi membuka jaketnya dan menutupi tubuhku.

“Ini, kenakan jaket ini”, katanya kemudian.

God..thank…ternyata..petugas polisi mencariku setelah mendapat berita dari ibuku dan temanku Stacey tentang saat aku mulai menghilang.

Setelah aku dibawa keluar dari ruang tersebut, ternyata ruang itu adalah sebuah garasi mobil yang tidak dipakai dan direnovasi sebagai mana yang aku rasakan.
Garasi itu milik tetangga disebelah rumah bibiku.

Aku juga melihat seorang pemuda yang sedang menundukkan kepala dari kursi belakang mobil polisi, dan kedua orang tuanya pada mobil polisi yang lain.

Aku segera dibawa kerumah sakit dan menjalani terapi psikiater mengenai kejiwaanku.

Bersama itu pula kujalani persidangan terhadap pria tersebut beserta kedua orang tuanya yang dianggap turut serta membantu kejahatan sang anak.

Setahun telah berlalu peristiwa itu, dan aku merasa lepas beban psikologiku dengan menceritakan pengalaman pahitkku melalui milis disamping terapi berkala yg masih sedikit aku jalani.

Bercinta dengan tetangga kostku

Sebelumnya perkenalkan pembaca, namaku Tedy, usiaku 30 tahun dan bekerja disebuah perusahaan swasta dikota Surabaya. Aku punya sedikit cerita dewasa yang bagiku cukup menarik untuk dibaca diwaktu senggang. Peristiwa ini terjadi sewaktu aku mencari tempat kost dikota aku bekerja. Setelah lama mencari, akhirnya aku menemukan sebuah rumah yang menurutku cukup bagus. Kudatangi rumah itu dan kuketuk pintunya.

Tak lama berselang, dari balik pintu muncullah seraut wajah yang sangat cantik sekali. Seorang wanita yang jika kutaksir umurnya 28 tahun. Wajahnya cukup cantik, dengan rambut yg hitam dan subur yang panjangnya hingga kepunggung.

Jika kutaksir tinggi wanita ini kira2 155 cm. Namun yg membuat aku tertarik adalah bentuk tubuhnya yang proporsional. Dadanya membusung indah dgn ukuran bra 36B dan bokong yang besar,padat dan mengembang.Pada saat itu dia mengenakan baju kaos yg cukup ketat sekali dgn belahan dada yang rendah,sehingga aku dapat melihat kulit dadanya yg putih mulus ,dan celana lee yang dipotong pendek hingga pangkal pahanya yang menampakkan batang paha yang putih mulus tanpa cacat.
Akupun dipersilahkan masuk.Kamipun berkenalan.

“Perkenalkan, ,,,saya Tedy” kataku sambil mengulurkan tangan.

“Sabrina,,,,panggil aja Rina”katanya sambil menjabat tanganku.

Kurasakan lembut tangannya dalam, genggaman tanganku.

Akupun mengutarakan niatku padanya dan kamipun saling tawar menawar tentang harga kost.setelah sepakat ,,,iapun mengajakku untuk melihat kamar yang akan kutempati.

“Mari,,,,silahkan dilihat dulu deh,,,,:” katanya padaku.

Akupun mengikuti langkahnya dari belakang.sambil berjalan akupun tak luput memelototi bokongnya yang bergoyang.tak terasa sesuatu bergerak dari dalam celanaku.sesampainy a dikamar yang aku tempati,kami masuk dan melihat seisi kamar tersebut.Namun sesekali mataku mencuri pandang kearah dadanya Mbak Sabrina yang putih mulus itu.ternyata dibalik baju kaos itu ia tak mengenakan bra sehingga puting buah dadanya membayang jelas,,,

“bagaimana Mas Tedy,,,,bagus khan,,,,” katanya padaku.

“Wah,,,bagus sekali mbak,,,,,bersih lagi,,,”kataku padanya.

“Jangan panggil mbak dong,,,panggil aja Rina,,,ya ,,mas:katanya padaku.

“oh ,,maaf,,,ya deh,,,”

Malam harinya akupun berkenalan dgn suaminya Mbak Sabrina.Ternyata diluar dugaanku,suaminya sabrina jauh lebih tua dari Sabrina.jika kutaksir umurnya sekitar 40 tahun.Namun beliau sangat ramah dan supel.Beliau seorang menejer disebuah perusahaan swasta yang ada dikota ini.Tujuannya membuka kos-kosan bigina hanyalah untuk menemani Sabrina agar jangan kesepian saja,karena beliau sering dinas keluar kota.

Akupun semakin hari semakiun betah tinggal disini.Hingga tak terasa aku telah tinggal disini selama 3 bulan.Jika kuperhatikan ,penampilan Sabrina ibu kost mudaku ini makin hari makin seksi saja.Terkadang aku sering menghayalkan dan membayangkan bagaimana rasanya bersetubuh dengannya.Padahal aku punya banyak kesempatan untuk melakukannya .Tak jarang suaminya pergi keluar kota untuk beberapa hari lamanya, dan selama itu pula sicantik Sabrina tinggal berdua denganku.

Hingga suatu hari,,,Ketika itu aku pulang kerja agak larut malam,,,ketika aku pulang,,kulihat lampu ruang tamu sudah mati.Agaknya Sabrina sudah tidur.Untunglah aku mempunya kunci cadangan ,hingga aku bisa masuk tanpa harus membangunkannya. Begitu kubuka pintu,,,,kulihat lampu diruang tengah masih menyala.Akupun mengunci pintu dan berjalan menuju ruang tengah.Alangkah terkejutnya aku menyaksikan pemandangan diruang tengah tersebut.Kulihat Sabrina tergeletak tidur diatas lantai yng beralaskan permadani.Disamping nya terlihat sebuah benda yang menyerupai penis lelaki.Rupanya ia habis masturbasi dengan penis yang terbuat dari karet hingga terlelap tidur.Akupun menghampirinya dan memelototi sekujur tubuhnya yang tak tertutupi oleh sehelai benangpun.Betapa mulusnya kulit Sabrina.Tak terasa sesuatupun bergerak dibalik celana panjang yang kukenakan.Timbullah keinginanku untuk menyetubuhinya malam ini.

Perlahan kugerakkan tanganku membelai buah dadanya yang padat dan berisi itu.Kuremas remas dua bukit yang ada didadanya sambil sedikit kupelintir ujung putingnya.Akupun mendekatkan bibirku kearah puting yang tegak menjulang itu.Kupermainkan dengan ujung lidahku sambil kugigit perlahan.Aku perhatikan dia tak bergerak sedikitpun.Mungkin ia hanyut dalam mimpi-mimpi yang indah.Akupun melanjutkan aksiku.Perlahan mulutku mengitari permukaan perutnya yang langsing itu dan akihirnya berhenti dibukit kemaluannya .Aku memperhatikan bukit lembab yang merah merekah dan tak ditumbuhi sehelai rambutpun.Kujulurka n lidahku untuk menyapu permukaan bukit itu.Terasa sangat halus sekali kulit permukaan vaginanya .Mulutku terus begerilya disekitar bibir kemaluannya. .

Akupun bangkit dan melepaskan seluruh pakaianku.Batang kejantananku tegak berdiri seolah ingin menusuk memiaw yang terbentang dihadapanku. Akupun kembali menghampiri Sabrina yang tergolek pasrah.Kembali kujilati lobang kewanitaan yang merah merekah itu.Batang kejantananku berada pada posisi yang sangat keras dan tegang sekali.Perlahan, kugosokkan ujung kepala peniskut permukaan vagina sabrina.Sampai saat itu ,,tak ada gerakan yang berarti yang terjadi pada dirinya.

Akupun segera saja menusukkan batang kejantananku kedalam lobang kewanitaannya .Bless,,,,,langsung masuk.Kudiamkan beberapa saat sebelum kugoyang perlahan.Beberapa menit kemudian,,,aku mulai menggoyang perlahan ,dan terus hingga akhirnya sesuatu terasa menyesak dari dalam diriku.Aku telah mencapai klimalks.Kucabut penisku dari dalam vagina Sabrina dan kumuncratkan spermaku diatas perutnya yang putih mulus itu.

Selesai menggeluti tubuh Sabrina ,,aku bergegas memberesi pakaianku dan pergi meninggalkannya yang masih tergolek dilantai dalam mimpi-mimpi indahnya.Malam ini menjadi malam keberuntungan bagiku ,,karena telah dapat menikmati tubuh cantik yang selalu menjadi hayalan dalam masturbasiku, ,walau hanya dalam tidurnya yang indah.

Semenjak kejadian malam itu,,aku semakin terobsesi untuk dapat bercinta dengan Sabrina dalam wujud yang sebenarnya,, bukan seperti kejadian malam itu.Akupun mencari cara dan kesempatan yang tepat untuk melaksanakan keinginanku. Dan selama ini,,tak ada tanda-tanda kalau Sabrina tahu kejadian malam itu.

Hingga suatu hari ,,,,aku mendapatkan ide gila untuk mengerjai Sabrina.

.Hari itu ,,,suami mbak Sabrina hendak pergi keluar kota untuk beberapa minggu.hal itu kuketahui dari pembicaran mereka diruang keluarga.Sebelum berangkat,,rupanya sicantik Sabrina pengen digenjot dulu sama suaminya tercinta

Malam itu mereka bercinta melepaskan rasa kerinduan yang menggebu.Sicantik Sabrina begitu buasnya begerilya diatas tubuh suamainya yang setengah baya itu.Sementara sang suami tak sanggup mengimbangi permainan yang diberikan sang istrinya yang cantik jelita itu. Sabrina begitu ganasnya mengulum penis milik suamianya ,,layaknya seorang anak kecil yang lagi mengulum permen.Namun tak berselang lama ,,,dari penis itu memuntahkan lahar panas yang siap ditelan oleh Sabrina.Hanya sampai disitu permainan seks yang dapat dilakukan sang suami.Dengan segala kekesalan akhirnya mbak Sabrina mengakhiri permaianannya, walau kepuasan yang ia dambakan belum ia dapatkan.Permainan malam itu berakhir dengan sejuta kekecewaan yang tersimpan dalam hati sicantik Sabrina.

Pagi itu,,,Suami sabrina berangkat keluar kota.Sebagaimana rencana gila yang telah kupersiapkan, ,,pagi ini aku akan memberikan kejutan yang sangat berarti buat sicantik Sabrina.Sebagaimana kebiasaannya setiap pagi,mempersiapkan sarapan pagi,,trus memanggil sang suami untuk menikmati sarapan dan juga

aku sebagai penghuni kost dirumah ini.Karena sang suami sudah berangkat keluar kota ,,dengan sendirinya tinggal aku yang akan dipanggilnya untuk menikmati sarapan pada pagi itu.

Dari balik pintu yang memeng sengaja kubuka sedikit,,kuperhatik an Sabrian melangkah munuju kamarku.Akupun segera beranjak menuju tempat tidur , pura pura tidur dengan posisi terlentang tanpa mengenakan selembar benangpun.tampaklah tubuhku diatas ranjang seperti seorang bayi raksasa.Apalagi rambaut yang tumbuh diselangkangku telah kucukur sebelumnya.Tak dapat kubayangkan betapa terkejutnya sabrina menyaksikan pemandangan yang dapat mengundang gairah kewanitaannya.

Beberapa saat kemudian ,,pintu kamarku diketok dari luar dan namaku dipanggil nya.namun tak ada sahutan sedikitpun.Terdenga r pintu kamarku berderik pertanda kalau sabrina membukanya.Dan, ,,,ia terbelalak menyaksikan diriku yang terlentang bugil diatas tempat tidur.Kuintip dari balik mataku,,,dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya menyaksikan pemandangan yang sangat vulgar sekali.Akupan sedikit menggeliat sambil sebelah tanganku menggosok penisku yang spontan membuatnya berdiri tegang.Nafas Sabrina semakin memburu demi menyaksikan ukuran penisku yang mulai membesar dan tegak bak tugu monas.Mungkin dia mulai terpancing dengan aksi yang kulakukan tadi.

Perlahan ia menutup pintu dan meniggalkan kamarku.Mungkin tidak tahan dengan nafsu yang bergelora dalam dirinya.apalagi semalam ia tak mendapatkan kepuasan yang ia inginkan.rencana pertama telah sukses terlaksana dan menyusul langkah selanjutnya yang akn membuat Sabrina makin tak kuat membendung nafsu birahinya sendiri.

Akupun bangkit dari tempat tidurku.kuklenakan celan pendek yang cukup tipis sekali tanpa mengenakan celana dalam.Dapat dibayangkan betapa batang kejantananku terbayang menggantun diselangkanganku. Aku keluar dari kamarku menuju dapur.Kulihat Sabrina lagi sibuk .

Kucoba menghampirinya ….dan kusapa sedikit.”pagi, ,,,Rina,,” kataku padanya.

“pagi juga “balasnya dengan sedikit menoleh sambail menundukkan kepalanya dan sedikit melirik kearahku.Kulihat tubuhnya sedikit gemetaran .

“oh ya,,mas mana nih,,kok nggak keliatan”tanyaku kepadanya.

Padahal aku tahu kalau suaminya lagi keluar kota.

“lagi keluar kota,,ada tugas dari perusahaan”katanya lagi.

“lama ya keluar kotanya”tanyaku lagi.

“ya,,katanya seh satu minggu”

Sabrina tetap mengerjakan pekerjaannya. Kulhat ia tak kosentrasi dengan apa yang ia kerjakan.Tampak dari getaran tangannya yang sedikit menggigil menahan hawa nafsu yang mulai menusuk ubun-ubunnya. Nampaknya perangkapku sudah mulai bekerja dan sedikit lagi mangsa akan masuk dalam perangkap itu.

Tengah asyik bekerja ,,tanpa sengaja ia menyenggol gelas disampingnya yang berisi minuman.Spontan saja air yang ada dalam gelas itu tumpah dan mengenai

celana yang kukenakan.Celanakup un basah kuyup,,,sehingga membuat batang kejantannanku tercetak dibalik celanaku yang basah.Sabrina segera mengambil kain dan ingin mengeringkannya. Namun urung ia lakukan begitu melihat batang kejantananku yang jelas membayang.

Melihat keragu-raguannya ni,,,akupun memberanikan diri untuk memegang tangannya dan membimbing keselangkanganku. Kuletakkan tagannya pas diatas gundukan batang kejantananku sambil sedikit kucoba mengeluskan tangannya itu diselangkanganku. tampak ia menundukkan kepalanya namun tangannya tetap membelai mesra batang kejantananku yang membuat ukurannya semakin membesar.

Merasa telah masuk dalam gairahku,,,kuangkat sedikit dagu sabrina .kupandangi wajahnya yang cantik dengan tatapan yang penuh nafsu.Kudekatkan bibirku dan kulumat bibir yang merah merekah itu.Iapun membalas pagutan bibirku dengan ganasnya.Beberapa saat kami saling pilin.Sesekali lidahku masuk menyentuh lidahnya yang menambah gelora nafsu kami berdua.

Sementara itu ,,tangan Sabrina tak lepas dari selangkanganku, membelai dan mengocok batang kejantananku. tangankupun tak lepas dari dua bongkahan bokongnya yang padat mengembang itu.Perlahan tanganku bergerak keatas mengelus kulit punggungnya yang putih mulus .Puas mengelus punggungnya, ,tanganku beranjak naik mengelus buah dadanya yang kenyal.

“oh,,,,oh,,,ahh, ,,ahh,,,oh, ,,,”erangnya saat kugenggam payudaranya dengan penuh nafsu,kemudian kupilin puting susunya yang keras menegang.”Ahh, ,”desahnya tak karuan setiap kupilin puting susunya.

Kualihkan ciuman bibirku kelehernya yang putih jenjang.Terus kebawah hingga lidahku menyentuh ujung puting susunya yang makin membuat ia mengerang tak karuan.Sementara puting susunya yang satu lagi masih tetap kupilin dengan sebelah tanganku.Kemudian tanganku terus kebawah payudaranya dan terus hingga akhirnya menyentuh permukaan vaginanya.Kuobok obok isi vagina itu hingga mengeluarkan cairan yang cukup hangat sekali.

Permainan seks kami semakin panas.Segera kuangkat tubuh sabrina dan kutidurkan diatas meja yang berantakan itu.Kutelentangkan ia.Kujilat-jilat memiawnya yang sudah banjir.banyak sekali cairan yang keluar dari lubang kenikmatannya.” Ahhh,,,Uhhh, ,,,Ohhh,,” erang nya tak karuan dan semakin menjadi.Kedua tangannya menjambak rambutku dengan keras seakan tak ingin melepaskan mulutku dari lubang kenikmatannya.

Aku mulai mengatur serangan berikutnya.Kugengga m batang kejantananku, ,,kugogokkan kekulit permukaan Vagina sabrina yang telah basah.Perlahan kudorong kepala peniskuyang sudah pas berada dimulutlobang vaginanya.Tampak kepala peniskumasih agak sulit menerobos masuk karena ukurannya yang cukup besar.

“sssleeeeeb,, ,,,,,sssleeeeeb, ,,,sslleeeb, ,,”pelan pelan batang kejantananku coba masuk kedalam vagina sabrina.

“aaahhhhkkkk, ,,,,ssssss, ,,,,,,,,sayang, ,,besar sekali,,,,aahkkkkk, ,,,”erangnya.

Akupun tersenyum puas mendengar erangan manja dari mulutnya ,lalu dengan sekali sentakan saja penisku menyeruak masuk kedalam vagina sabrina.

Matanya terbeliak dengan mulut terbuka dan tangannya mencengkranm bibir meja begitu penisku menerobos lubang kenikmatannya. tampak bibir vagina itu terkuak lebar seakan tak mampu menampung besarnya batang kejantananku.

Perlahan akupun mulai memaju mundurkan pantatku menggoyang batang kejantatanku yang amblas dalanm lubang memiaw sabrina.Ia mulai merasakan sensasi yang luar biasa yang tak pernah ia dapatkan dari sang suami.

Akupun memperhatikan kearah selangkangan Sabrina.Tampak vaginanya menggenggam erat penisku.dan akupun merasa puas akhirnya dapat menikmati tubuh indah yang selalu menjadi hayalanku.Pandangan matakupun tak luput dari dua gundukan diatas dadanya yang bergoyang kekiri dan kekanan.Tanpa menyia-nyiakan kesempatan tanganku langsung menomplok dua gundukan itu.Kuremas remas kedua susu yang mengkal itu sambil sesekali kupilin dua putingnya yang sudah keras menegang .

“ohhhh,,,uhhhhh, ,,akhhhhhhh, ,,enak sekaaaaliii, ,,tongkolmu teddyy,,,,”erangan Sabrina makin tak karuan.Tensi permainan semakin panas dan akhirnya,,,,

“Oohhhhh,,,akhhhhh, ,,aku mau keluar sayannnnngh, ,,,,,,”

Akupun semakin cepat menggenjot tubuh sabrina yang membuat dia mengerang penuh nafsu,,,dan terasa batang kejantannanku dibanjiri oleh cairan yang ada dalam lobang kewanitaannya.

Beberapa saat kemudian terasa sesuatu menyesak dari dalam batang kejantannku. Akupun ingin mencabut batang kejantananku yang terbenam dalam lubang memiaw Sabrina ,,namun ia menahan dan minta ditumpahkan didalam saja,,,,”jangan dicabut dong sayang ,,,,tumpahain didalam aja ya,,,”pintanya padaku,,dan akhirnya crootttt,,,creetttt t,,spermaku tumpah didalam rahimnya.

Akupun mencabut batang kejantannnku dari lubang memiaw sabrina.Diapun bnagkit dan meraih batang kejantananku. Dijilatinya sisa-sisa sperma yang masih menempel dipenisku.Permainan babak pertamapun selesai.Kami sama sama terlentang diatas lantai tanpa sehelai benangpun yang menempel ditubuh.

“Ted,,,thank ya ,,,,”katanya padaku.

“Thank buat apa say,,,”kataku sambil mencubit ujung hidungnya.

“ya,,,buat ,,itu,,tuh,, ,,”katanya lgi,,,

“itu apa sayang,,,,,yang jelas dong ngomongnya,, ,”

“ih,,jadi malu nih,,,,” katana manja.

Sementara tangannna tak lepas dari batang kejantananku, ,,,

“mau lagi ya,,,”kataku sambil memancing gairahnya.

“udah sayang,,,,nggak kuat lagi nih”

Kmaipun bangkit dan pergi kekeamar mandi untuk membersihkan badan.Didalam kamar mandi ,,kami mengulangi kembali permainan seks yang lebih panas lagi.Memang sisabrina type wanita haus seks.Beberapa gaa kami praktekkan dalam kamar mandi itu.Deru nafas yang semakin memburu tak menyurutkan hasrat kami untuk bercinta.

Begitula,,,setiap ada kesempatan ,,kami selalu mengulangi dan mengulanginya kembali sepanjang suaminya tak berada dirumah.Terkadang jika suaminya berada dirumahpun sabrina kerap masuk kekamarku dan,,apalagi kalau bukan digarukin memiawnya dengan tongkolku yang selalu memuaskannya.

Bagaimana Cara Menonton VR Video Bokep

Selamat datang di masa depan masturbasi. Cerita dewasa nya VR Bokep adalah di sini dan itu tidak hanya akan meningkatkan aktivitas soliter setelah-dark, itu akan mengubah cara Anda melihat seks selamanya. Menempatkan Anda ke dalam tindakan, VR Bokep membuat virtual seks merasa nyata. Serius. Ketika kami mencoba baru saja, VR Bokep merasa seperti kehilangan keperawanan kami lagi.

Tidak akan takut dengan kerumitan berteknologi tinggi, baik. Meredakan diri dalam ke alam baru futuristik waktu pribadi lebih sederhana daripada yang Anda harapkan. Yang Anda butuhkan adalah VR headset dan layak kunci pada pintu kamar tidur Anda – sudah ada ton nudey video VR yang hanya menunggu untuk kesepian malam berikutnya di. Jadi, sebelum Anda pergi menjelajahi bersih untuk beberapa kotoran realitas virtual, di sini adalah segalanya yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana untuk menonton Bokep VR.

APAKAH MANFAAT VR BOKEP?

Dengan realitas virtual Anda akan tidak lagi hanya menonton Video bokep Indo, itu akan tampak seperti Anda mengalami hal ini. Mengubah pengalaman sekali-pasif menjadi jauh lebih interaktif, Anda tidak lagi hanya sedang duduk menonton aksi rumpy-pumpy. Sebaliknya, VR trik pikiran Anda menjadi percaya Anda mengalami hal ini.

Kebanyakan bokep VR saat ini difilmkan dari sudut pandang subjektif. Tanpa sensasi menatap layar – dan semua gangguan latar belakang – sudut ini membuatnya merasa seperti Anda mengalami hal-hal melalui mata salah satu peserta.

Hal ini tidak khas VR pengalaman meskipun – dan bukan hanya karena ada sedikit pakaian. Tidak seperti kebanyakan VR – yang menggunakan 360 derajat bidang pandang, kebanyakan VR konten bokep difilmkan dengan 180 derajat atau 220-derajat cakupan. Hal ini karena Anda tidak mungkin ingin untuk melihat dinding kosong di belakang Anda ketika ada sesuatu yang sangat kasar terjadi di depan. Ini juga membantu menjaga ukuran file ke bawah, berarti konten lebih cepat untuk memuat.

Seberapa Besar Industri Bokep di Indonesia?

Bokep, Menerimanya atau menyangkal tetapi Anda tahu Anda bepergian ke dalam dunia mode penyamaran untuk menonton setidaknya sekali. Dan jika Anda salah satu Pro, komputer Anda berisi folder jalan yang terlihat.

Terima kasih telah tersandung pada bagaimana besar adalah mereka dan hari ini, kita akan pergi lebih dalam ke dunia bokep untuk mengetahui seberapa besar industri bokep benar-benar adalah! Nama website saya pernah lebih tepat. * nyengir *

Menurut berbagai laporan, saat ini, industri bokep adalah senilai sekitar $97 miliar. Uang ini adalah cukup untuk memberi makan 4,8 miliar orang setiap hari. Tapi sekali lagi, industri adalah memuaskan kelaparan berbeda. Semua ini ketika itu secara konsisten berjuang dengan masalah hukum dan pembajakan. Pada kenyataannya, setiap tahun, Hollywood rilis kira-kira 600 film dan membuat $10 miliar dalam keuntungan. Industri bokep? 13,000 film dan dekat menjadi $15 milyar keuntungan. Industri bokep membuat lebih banyak uang dari Major League Baseball, The National Football League dan NBA digabungkan. Hal ini jelas orang olahraga yang lebih suka paling.

Dari AS sendiri, industri menghasilkan sekitar $10-12 milyar setiap tahun. Hal ini mengejutkan ketika Anda menyadari bahwa membuat bokep atau bertindak dalam satu tidak hukum di kebanyakan negara bagian Amerika Serikat.

Berbicara tentang bertindak, ternyata, pornstars penghasilan lebih besar mereka… Anda mendapatkan arus! Pada kenyataannya, Hillary Scott, salah satu lebih terkenal pornstars hari ini baru saja menandatangani kontrak yang membayar nya $250.000 setahun. Untuk meletakkannya dalam perspektif, di sini adalah perbandingan gaji dengan orang-orang dari profesi lain:

1. hampir kali lebih dari 25-tahun-wanita tua dengan gelar Master di Amerika Serikat ($41,334),

2. dua kali gaji rata-rata perusahaan karyawan Apple ($124,000),

3. lebih dari dua kali pendapatan seorang pengacara ($114,970),

4. $60.000 lebih dari seorang ahli bedah rata-rata di Amerika Serikat ($188,000),

5. hampir empat kali gaji rata-rata US perawat ($67,930).

Bayangkan, seseorang mendapatkan membayar lebih tinggi untuk bertindak sebagai perawat daripada sebenarnya. Dan bertindak tidak baik, hanya mengatakan.

Cukup menarik, kesenjangan upah adalah masalah di dunia streaming bokep juga, hanya sebaliknya. Pornstar perempuan, rata-rata menghasilkan apa-apa antara $600 untuk $2000 untuk adegan porno. Pornstar laki-laki? $150 per adegan. Semua itu berdebar untuk apa-apa! Aduh! Meskipun, jika Anda kebetulan menjadi laki-laki dan pornstar calon, Jangan kehilangan harapan belum. Pornstar laki-laki dapat memperoleh sebanyak rekan perempuan, memberikan dia bertindak di porn gay. Hal ini disebut gay untuk membayar, mencarinya!

Sebagai soal fakta, Jenna Jameson, nama rumah tangga ketika datang ke bokep, adalah senilai $30 juta. Itu adalah dua kali nilai bersih Selena Gomez. Bahkan, dia adalah bernilai lebih dari Kate Upton ($20m), Harry gaya ($23m) dan sebanyak Chris Brown dan Demi Lovato. Dia bahkan mencoba tangannya di sebuah klub strip di Houston, dimana ia akan mendapatkan $2000 setiap malam, hampir tiga kali lebih dari rata-rata stripper.