Cerita Dewasa – Perawan ku terenggut sepupu sendiri

Cerita Dewasa kali ini mengisahkan pengalaman pertama seorang cewek perawan bernama Rose, yang dengan nakalnya menggoda sepupunya sendiri hingga akhirnya melakukan hubungan sex. Keperawanan gadis belia yang terenggut oleh sepupu sendiri. Bagaimana cerita dewasa hilang keperawanan ini bisa terjadi? berikut ceritanya…

Aku seorang gadis berusia 16 tahun dan aku belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Namaku Rose. Posturku termasuk tinggi, kulit kuning langsat, ukuran payudara yang bisa dikatakan besar dan bokong yang menarik menurut teman-teman sepermainanku.

Kejadian ini bermula saat saudara sepupuku, George berkunjung dan menginap dirumahku selama 1 minggu dan aku pernah mempersilahkan ia tidur dikamarku. Di lantai! Saat itu aku tdk ada perasaan apa2, karena hubungan keluarga kami memang terbilang akrab dan erat.

Pada suatu malam, kedua orang tuaku, abang tertuaku dan saudara sepupuku tersebut pergi ke klub untuk jamuan santai. Aku sendiri saat itu tidak ikut, karena aku sedang lagi banyak tugas dari sekolah yang harus aku selesaikan.

Entah mengapa saudara sepupuku tersebut pulang lebih dahulu dari mereka. Sepertinya ia kelihatan lelah dan agak sedikit pusing atau mabuk. Saat itu aku sudah tertidur. Tidak seperti biasanya ia membangunkanku dan meminta untuk tidur dikasur disampingku. Akupun dengan sedikit menahan kantuk memberinya ruang untuk di segera berbaring. Aku sedikit bergeser menepi.

Entah pukul berapa pada malam itu, tangan saudara sepupuku merangkulku dan menyentuh payudaraku. Akupun sontak terbangun dan kulihat ia masih terlelap tidur. Saat itu aku ingin berkata kepadanya kalau tangannya telah merangkulku, tapi saat kulihat ia masih tertidur, akupun hanya tersenyum.

Segera saja kuatur tangannya dalam posisi normal dan aku kembali melanjutkan tidurku. Terus terang saat itu aku sempat sedikit berhayal betapa ada perasaan aneh saat tangan tersebut menyentuh payudaraku. Aku saat itu mengunakan gaun tidur yang halus tanpa bra, sehingga ‘rasa aneh’ itu sedikit membekas diotakku.

Saat aku mulai tertidur kembali, kembali kurasakan tangan itu memelukku kembali. Tetapi tidak menyentuh payudaraku. Hanya memeluk badanku saja.
Aku yakin saat itu ia masih tertidur.
Akupun membuka mataku tanpa terbangun dari peranjakan tidurku.
Sampai disini…aku pun mulai sedikit berfantasi dan sedikit ‘nakal’.
Karena aku yakin ia masih tidur maka seperti ingin membongkar ‘rasa penasaranku’, tangan tersebut ku bimbing mengarah payudaraku. Aku hanya berfikir…”Nakal sekali aku ini…”, tetapi masa bodo’ lah…aku hanya ingin sedikit berfantasi. Lagian ia kan masih tidur dan mungkin mabuk berat, sehingga ia tidak tahu apa yang telah aku lakukan.

Kuberanikan untuk memegang tangan tersebut dan mengaturnya agar mencengkram payudaraku….
Aku rasakan nikmat sekali…walaupun terhalang gaun tipisku.
Tangan itu kurasakan begitu kasar dan gagah sehingga menambah ‘aroma fantasiku’.

Karena aku ingin merasakan yang lebih lagi, maka gaunku pun sedikit kubuka bagian atasnya sehingga payudaraku keluar.
Segera ku pegang tangan itu untuk meremas payudaraku, atau lebih tepatnya ’sedikit menekan’.
Aduhh…terasa darahku mulai mendidih.
Sayang sekali tangan tersebut tidak bisa meremas payudaraku karena sang pemilik sedang tidur. Kalaulah tangan tsb bisa meremas dan memilin putingku…mungkin akan jauh lebih nikmat…pikirku nakal..
Tetapi bagiku itu tidaklah mengapa, karena sensasi yang diberikan bagi seorang gadis yang belum pernah tersentuh pria, tentulah ini lebih dari cukup.
Cukup lama aku memegang dan mengerakkan tangan tsb kepayudaraku hingga tak terasa payudara ini terasa mengeras!. Dan tahukan anda? rasanya nikmatttt sekaliiii…

Disinilah kejadian tak terduga terjadi…

Tangan itu mulai bergerak dan memilin putingku !
Aku terkejut!…ia pasti bangun!

Segera kutarik dan kulepaskan tangan tersebut. Aku pun langsung sontak bangun.
Aku segera melihatnya…dan ia pun menatapku dengan mata yang sedikit redup…Oh my god…!

“Ada apa Rose”….tanyanya santai..

Aku terdiam. Aku malu. Aku takut. Aku panik! Akupun menundukkan mukaku karena malu atas perbuatanku.

Tanpa disadari, ia menarikku, mencium dan melumat bibirku!

Aku hanya diam. Aku belum sadar apa yang telah terjadi.

Setelah lidah itu masuk dalam kerongkonganku, barulah aku sadar dan segera melepas ciuman tersebut.

“Ma’af George, ini tidak benar”, kataku membalas.

Ia hanya tersenyum dan kembali ia menarikku dalam tidurnya.
Akupun terjerembab diatas tubuhnya. Dan ia pun mulai menciumku dengan agresif.
Perlahan mulutku yang terkunci sedikit membuka akibat ‘paksaan’ bibirnya hingga terjadilah aksi saling melumat.
Ohhh..inikah yang dinamakan ‘dead kiss’?

Entah kemana saja lidahnya merasuk dalam rongga mulutku, hingga kurasakan seribu rasa. Geli, hangat, aneh dan nikmat!
Tanganya mulai masuk dalam gaunku dan aku biarkan saja. Kali ia melakukan aksi remas dan pilin, dan inilah rasa yang belum pernah aku rasakan.
Aku terbang….Cengkraman, usapan dan remasan tangan kasarnya menusuk tembus pori2 kulitku hingga kedalam.
Luar biasa nikmatnya…!

Aksikupun mulai berani. Segera kuangkat sedikit keatas baju kaosnya, akupun menciumi dan melumat putingnya.
Ia menekan kepalaku dan berkata agar aku sedikit mengigit putingnya..dan aku lakukan perintahnya..

Ohhh Rose…nikmat sekali rasanya…katanya. Akupun terus saja melumat putingnya kiri dan kanan secara bergantian.

Tak lama kemudian segera ia bangun dan membuka semua pakaiannya. Aku terkejut atas perbuatannya ini. Ini sudah tidak benar!
Iapun hanya tersenyum memandangku tanpa berkata sepatah katapun.
OMG…ia telah membuka semua pakaiannya. Besar sekali!…

Segera ia menimpaku dan menciumiku. Sekarang posisiku ada dibawah.
Kali ini aksinya sudah berani menarik gaunku dan terlepaslah sudah…Aku sekarang hanya mengunakan CD saja.
Oh…aku sedang melakukan seks dengan sepupuku! jerit batinku.

Aku mulai berkata pelan…karena aku takut membangunkan keluargaku.
George tolong jangan lakukan yang lebih ‘dari itu’ oke?..pintaku berharap ia mengerti dengan apa yang kumaksud.
Iapun hanya mengangguk dan mulailah kami saling pagut, fiting dan bergulingan.
Entah berapa kali kurasakan kemaluannya mengosok bagian bawah vaginaku. Terus terang saat itu aku sudah mengeluarkan cairan halus dalam vaginaku akibat rangsangan yang begitu hebat.

Sesekali ia mengesekan kemaluannya kebagian cd ku dan menekannya dari luar. Tentu saja kemaluan tersebut tidak akan bisa masuk dalam vaginaku…tapi hal tersebut membuatku semakin hanyut dan ‘penasaran’ akan sesuatu yang lebih.
Tetapi biarlah cukup sebatas ini dulu pikirku.

Entah berapa banyak cupang disekita payudaraku…semua itu serasa membuat pecah pembuluh darahku!
Hanya satu yang aku pikir saat itu, “Akankah aku menyerahkan keperawananku pada seseorang yang ternyata sepupuku?”

Setelah terasa cukup puas atas pergumulan tersebut, iapun jongkok diatasku sambil mengangkangiku.
Ternyata ia meyodorkan kemaluannya untuk aku kulum.
Oww…besar sekali!…
Ia pun meraih tanganku dan menyuruhku untuk memegangnya.
Karena semua pikiran jernih sudah hilang di kepalaku, segera kuraih kemaluan tersebut dan akupun mengulumnya.
‘Aneh’ rasanya. Hambar…asin…dan seperti mengemut agar2 yang cukup alot…pikirku saat itu.
Tetapi lama kelamaan kemaluan tersebut sepertinya membesar dalam mulutku. Akupun sedikit kesulitan untuk mengulumnya lebih dalam. Karena pada posisi tertentu, membuatku terasa mau tersedak dan mau muntah.

Akhirnya George menyuruhku untuk tidak mengulumnya terlalu dalam jika tidak sanggup.
Akupun merasa enak dengan perilakunya dan kubiarkan tangannya meraba dan mencoba masuk dalam CD ku.

Dengan memainkan jari2nya ia pun mulai menyengol dan mengosok clitorisku sehingga aku tanpa sadar merintih nikmat…

Segala rasa maluku hilang seketika akibat perbuatan tsb. Gosokkan pada klitorisku membuatku semakin mengigit cukup keras kemaluannya. Aku lepas kontrol dan George pun sedikit menjerit atas perbuatanku.
Aku tertawa geli…tapi rasa itu….sangat membuatku lepas kontrol!

Iapun melepas kemaluannya dari mulutku dan kembali keposisi menimpaku secara utuh sambil melumat kembali bibirku.

Kali ini ada perasaan aneh…sepertinya ia akan membuka kesamping CD ku. Dan ia mencoba mengarahkan kemaluannya pada vaginaku. Kutarik tangan itu dengan maksud untuk tidak berbuat demikian. Tetapi tangan itu begitu kekar. Dan mulutku tidak ia lepaskan dari pagutannya. Aku hanya mengelengkan kepala untuk memberinya kode! Ia hanya menatapku halus seakan memberi tanda ‘tidak apa-apa sayangku’. Oh sepupuku……

Untuk kedua kalinya ia mengeserkan kesamping CD ku dan mengarahkan kembali penisnya. Kali ini aku hanya memegangnya.
Begitu kepala penis itu mulai sedikit masuk dalam vaginaku segera kutarik tangganya karena rasanya agak sedikit aneh pada diriku.
Aku takut, sedikit sakit dan rasanya aneh!

Iapun berusaha menekan kemaluannya tapi aku berusaha mengelak kesamping semampuku sebagai refleksi atas “sesuatu” yang asing masuk dalam vaginaku.
Entah berapa kali ia mencoba menerobos keperawananku dan berapa kali pula aku berusaha ‘mengelak halus’ atas penetrasi tersebut…hingga rasanya ada sesuatu yang mengalir keluar dalam vaginaku. Perawanku sudah pecah!…
Aku hanya memukul badannya atas perbuatan tersebut. Aku berteriak halus karena masih takut dengan keluargaku…”George…kamu keterlaluan…!’. Akupun menangis pelan.

Iapun menghapus air mataku dan mengatakan cinta kepadaku. Ini tidak mungkin!
Aku hanya pasrah dan berusaha untuk menghentikan perbuatan ini.

Tetapi oh..no…ia kembali menghujamkan penis ke vaginaku…..kali ini penis tersebut masuk ‘dalam sekali’ di vaginaku.
Aku menjerit…berontak…dan mencakar bagian belakang tubuhnya…
Lepaskan George….teriakku….Terasa sakit sekali…

Aku berontak keras atas perbutannya…tapi ia tidak juga mencabut penisnya dalam vaginaku….
Aku memohon untuk ia segera mencabutnya karena aku benar2 sedikit kesakitan…

Ia berusaha menenangkanku dengan membelai rambutku dan mengecup halus kelopak mataku….aku hanya merintih halus..
Oh…rasanya susah sekali untuk menghindar dan melepaskan penis tsb dalam vaginaku.
Ia menyuruhku untuk tenang dan ia akan membuat sesuatunya menjadi normal…
Aku hanya memukul dan mencakar bagian belakang tubuhnya atas nasehat tsb.

Ternyata ia mulai menarik kemaluannya keatas…dan rasanya malah bertambah sedikit sakit…!
Akupun berkata…’cepat kau cabut kemaluanmu’, ‘aku sudah tidak tahan lagi….’ balasku

Ia pun mencabut perlahan kemaluannya dan aku berusaha menahan rasa sakit yang kualami.
Begitu rasanya kemaluan itu akan terlepas…kembali ia menghujankan penisnya lebih dalam lagi…
Aku melotot dan menjerit…Georgeeeeeee…!
Kupukul kuat tubuhnya…karena tubuh kami begitu rapat…agak sulit bagiku untuk memukulnya secara kuat…
Aku menjerit halus panjang….kali ini rasanya malah lebih sakit dibanding yang awal…

Ia tak perduli..malah ia berusaha mengoyang dan mengobok-obok vaginaku kekiri dan kekanan.
Terlalu kamu Georgeee……

Entah mengapa akibat gerakan kekiri dan kekanan tersebut membuat rasa sakit di vaginaku sedikit berkurang…dan mulai kurasakan gesekan kasar dari ‘kulit alot’ menyentuh dinding vaginaku terasa sedikit enak.

Disinilah awal kenikmatan yang tak terkira kurasakan…
Aku mulai menikmati setiap gesekan dan tusukan dari penisnya….
Aku hanya terdiam dan mulai menangkap sinyal nikmat dalam setiap goyangan dan hentakan.
Oh..kemaluan itu begitu menyesakkan dan memenuhi semua ruang vaginaku.

Ia melepas kemaluannya…dan segera berjongkok di kakiku….kali ia berusaha melepaskan CD ku. Aku membiarkan semua itu, karena aku sudah ketagihan untuk aksi berikutnya.

Kemudian ia mengatur posisi kakiku…sehingga kini kakiku menjulan kearah pundaknya…
Iapun mengarahkan kemaluannya pada vaginaku…aku penasaran menanti akan sensasi yang akan terjadi….Sepertinya sensasi berikutnya akan terasa lebih nikmat pikirku.

Dan…oh…kali ini hujaman penis itu begitu terasa ‘dalam’ dan melabrak semua onderdil dalam vaginaku….
begitu kasar….keras…dan nikmat tak terhingga…
Georgepun memulai aksi pompanya secara perlahan hingga akhirnya terasa cepat..
Sepertinya aku merasakan klimaksu yang pertama…dan tak lama kemudian aku mengerang nikmat selama beberapa detik atas klimaksnya orgasme ku.
Aku keluar……ohhhh…aku serasa terbang ke awan selama beberapa detik…

Tak lama kemudian akau merasakan seprotan sperma dari George dalam vaginaku…ia menumpahkan semua spermanya dalam vaginaku.
Terasa sedikit hangat mengalir dan mengisi dinding vaginaku…

Akupun merasa puas..hilang semua penyelesanku…dan kamipun tak lama kemudian melakukan fase ke 2 hingga kami tertidur pulas sampai esok pagi.

Kami rahasiakan hubungan ini terhadap keluarga kami dan terkadang melakukan hal yang sama ditempat lain atau ditempat saudara sepupuku.

TAMAT

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cerita Perawan
Kisah nyata ayah merenggut perawan anak gadis nya

Kisah nyata seks ini berawal dari kenakalan papa tiriku yang haus sex hingga terenggut hilang keperawananku ketika masih usia sekolah. Perkenalkan pembaca sebut saja namaku Vina, umur saat ini 16 tahun. Aku sekarang duduk di kelas II SMU di Medan. Aku gadis keturunan Cina dan Pakistan. Sehingga wajar saja kulitku …

Cerita Perawan
Ceritaku Ngentot Perawan Dalam Warnet

Sebelum kuceritakan cerita ngentot perawan ini, perkenalkan pembaca namaku wawan, sekarang aku masih menyelesaikan kuliah di salah satu universitas ternama di Yogyakarta. Kejadian ini kualami ketika aku masih duduk di bangku SMA, dan aku melakukannya dengan tetanggaku sendiri, yang bernama tiya. Dari segi fisik dia memang cantik, dari raut wajahnya …